Pelatihan Motivasional untuk BKM, Relawan, Up-UP dan Perangkat Desa/Kelurahan

Sambutan Pelatihan Motivasional oleh Bupati Jepara

Pelaksanaan Kegiatan Fisik

Salah satu kegiatan fisik PNPM MP Kabupaten Jepara yaitu Pembangunan Jalan Rabat Beton

Monitoring dan Evaluasi dari Pemda Kab Jepara

Kunjungan ke lapangan untuk melihat hasil kegiatan PNPM Mandiri Perkotaan di Kabupaten Jepara

Kegiatan Sosial

Pelatihan Tata Boga yang difasilitasi oleh PNPM MP Kabupaten Jepara

Kunjungan Bupati Jepara

Kunjungan Bupati Jepara ke salah satu desa pelaksana kegiatan PNPM Mandiri Perkotaan

Senin, 15 Agustus 2011

Buka Warung Sembako Yuk...!!!


Berawal dari keinginan untuk membantu suami dan keluarga maka Ibu Tulis alias Ibu Suntari alias Ibu Titik mendirikan sebuah warung sederhana yang menyediakan berbagai macam kebutuhan dari kebutuhan rumah tangga sampai dengan snack ringan untuk anak-anak. Hal tersebut di atas bisa terwujud karena salah satunya adalah berkat adanya pinjaman dana bergulir dari PNPM – Mandiri Perkotaan. Ibu Titik meminjam dana bergulir atas nama KSM dari UPK BKM Guyub Makmur Desa Kuwasen Kecamatan Jepara Kabupaten Jepara sejak 4 bulan yang lalu.

Warung sembako Bu Titik didirikan sejak Maret 2011 dengan menghabiskan dana kurang lebih sembilan belas juta rupiah diantaranya untuk mendirikan bangunan dan membeli peralatan serta belanja barang yang akan dijual. Meskipun pinjaman yang diberikan oleh UPK nilainya tidak begitu besar yaitu lima ratus ribu rupiah, tetapi pinjaman tersebut cukup bermanfaat untuk menambah modal yang sudah ada. Apalagi pada saat pinjaman tersebut diberikan, warung tersebut baru saja didirikan sehingga uang untuk belanja barang masih sangat minim. Dan setelah modal tersebut diputarkan maka hasil yang didapat juga cukup membantu ekonomi keluarga. Memang salah satu keberhasilan KSM dalam mengelola dana bergulir sangat tegantung pada seberapa jauh keluarga tersebut mampu untuk mengelola dana secara efektif dalam usaha produktif yang dijalankan. Oleh karena itu, dengan didukung oleh kondisi keluarga yang baik juga pengelolaan usaha yang efektif , akan sangat menentukan pengembalian pinjaman dana bergulir dan beban jasa yang ditentukan.

Karena lokasi warung sembako berada tepat didepan rumah tinggal pemilik warung maka aktivitas di warung sembako tersebut sudah dimulai sejak jam enam pagi dan tutup warung rata-rata jam sembilan malam serta tidak mengenal hari Minggu atau hari libur. Bahkan pada hari libur pembeli sangat ramai. Rata-rata omzet perhari pada hari biasa sekitar Rp. 300.000,- sedangkan dihari libur kadang-kadang bisa mancapai 2X lipat atau sekitar Rp. 600.000,-.

Di warung Ibu Titik ini juga menjual bensin eceran. Untuk belanja barang biasanya dilakukan satu minggu sekali sampai ke Kota Kudus, untuk bensin dilakukan sehari sekali hingga jumlah Rp. 140.000,-. Dengan adanya usaha tersebut maka Ibu Titik yang mempunyai tanggungan satu putri dan satu putra serta suami merasakan cukup terbantu dengan danya kegiatan ekonomi bergulir dalam PNPM –MP dan harapannya masyarakat yang lain terutama warga miskin di Desa Kuwasen juga dapat merasakan hasil dari adanya program PNPM – MP terutama di bidang ekonomi bergulir serta dapat mengembangkan usahanya dengan baik sehingga pinjaman yang telah diperoleh dapat diangsur secara tepat waktu.
(Siti Noor Fauziati, FE Tim 03 PNPM MP Jepara)

Selasa, 02 Agustus 2011

Membangun seni Pemuda melalui Pelatihan Sablon



Pemuda adalah tulang punggung negara,tanpa pemuda negara tidak akan maju, pemuda yang maju adalah pemuda yang memiliki jiwa nasionalisme, salah satu agar pemuda siap untuk membangun negara adalah melalui seni. Seni merupakan simbul suatu jiwa pemuda yang kreatif, dimana seni adalah suatu ungkapan perasaan jiwa pemuda untuk menyatakan suatu kesabaran, itikad dan perasaan.

Desa Sinanggul Terletak di Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara. Sinanggul merupakan desa potensi sebagai pembinaan suatu pemuda. Mengapa demikian, karena di desa tersebut banyak suatu pemuda yang belum memiliki suatu ketrampilan, yang akhirnya dapat sebagai penopang kehidupan ekonomi sehari-hari. Oleh karena itu muncul suatu ide gagasan dari beberapa pemuda untuk melakukan pembinaan pemuda melalui seni sablon.

Kelahiran KSM AFRO merupakan suatu bukti baru, bahwa pemuda masih memiliki suatu kepedulian kepada pemuda lain-nya, KSM AFRO dibawah BKM Mandiri yang berada di Desa Sinanggul adalah itukad suatu warga untuk mengawali membangun suatu kemandirian. Akhirnya ide tersebut di sambut baik oleh warga masyarakat, khususnya pemuda. Gagasan cemerlang itu akhirnya membawa hasil, yaitu pelatihan sablon, yang diikuti oleh beberapa pemuda di desa tersebut.

Kegiatan tersebut yang muncul dari ide cemerlang KSM Afro, membawa ide tersebut kepada BKM Mandiri akhirnya membuahkan hasil, sehingga terlaksanalah kegiatan pelatihan sablon. Dimana sablon merupakan salah satu seni yang dapat membangun jiwa manusia. Kegiatan sablon tersebut akhirnya dapat dilaksanakan pada bulan maret 2011 yang lokasi pelaksanaanya di balai desa sinanggul, yang diikuti oleh beberapa pemuda di desa tersebut.

Maksud dan tujuan kegiatan tersebut jelasnya adalah intinya membangun jiwa pemuda dalam penaggulangan kemiskinan, sehingga pemuda akhirnya memiliki suatu ketrampilan yang nantinya sebagai mata pencaharian mereka. Diharapkan juga kedepan pemuda-pemuda tersebut dapat berwira swasta, dan akhirnya d a p a t m e m b uka lapangan pekerjaan baru bagi diri mereka sendiri ataupun bagi pemuda-pemuda lain. (Ari Jaka, FCD Tim 2 PNPM MP Jepara)

Selasa, 26 Juli 2011

Pengaspalan Jalan Kuwasen


Pada awalnya, jalan ini hanyalah jalan tanah biasa, dengan kondisi tanjaan cukup tajam yang kalo hujan becek dan sering banjir sehingga sangat membuat warga bosan dan resah. Jalan itu hanya bisa dilalui wargaga sekitar saja.Padahal jalan itu bisa digunakan sebagai jalan lintas yang cepat. Kondisi seperti ini mendorong keinginan warga untuk membangun jalan yang bisa dilalui pejalan kaki, sepeda motor maupun mobil — yang tidak becek dan banjir yang.


Warga Kuwasen RT 03 RW 01kemudian menabung cukup lama dan Menebang pohon jati disekitarnya untuk dijul sebagai uang sebagai bentuk swadana, melalui mekanisme paguyuban warga. Suatu saat dana yang terkumpul jumlahnya cukup memadai, namun kegiatan pembangunan jalan tidak kunjung dimulai lantaran kesibukan warga. Pada kondisi ini sesungguhnya yang terjadi adalah “tidak adanya mekanisme inisiasi”, suatu mekanisme yang merubah niat menjadi tindakan.

Itu semua berubah dengan hadirnya program PNPM-MP di desa Kuwasen — juga di Jepara. PNPM-MP sungguh menjadi pemicu bagi kebangkitan serempak di kedua sisi Rt 03 Dan 04 yang menjadi batas kedua Rt itu. Mengapa ini bisa terjadi? Karena kaidah keproyekan yang memiliki batas waktu, target capaian, persyaratan teknis, telah menjadi cambuk bagi bergulirnya proses pekerjaan secara terstruktur dengan melibatkan sumberdaya dan sumberdana yang sudah ada.

Hal itu pula yang bisa menjelaskan bagaimana kontribusi bantuan langsung masyarakat (BLM) PNPM-MP yang sebesar Rp 9 juta dapat menghimpun swadaya hampir 45%

Bulan Juli 2011 pembangunan jalan mulai dilaksanakan dengan diawali rembug warga setempat untuk menyepakati teknis pelaksanaan maupun kebutuhan lainnya. Karena lokasi berada di Pojok desa yang berbeda maka disepakati dibentuk panitia pelaksana terdiri dari Warga RT 03, tokoh masyarakat, dan khalayak warga. Para ibu, kaum perempuan, termasuk gadis-gadis remaja dan juga anak2 kecil, yang piawai dalam urusan masak-memasak, terlibat sejak awal kegiatan — bahkan sebelum pekerjaan utama dimulai. Mereka mengurusi terutama konsumsi dan administrasi keuangan.

Pada pelaksanaannya disepakati bahwa setiap sisi Jalan, masing-masing, diharuskan juga untuk menyediakan atau membangun ruas jalan menuju lokasi. Demikian juga Pembersihan di kedua sisi dibangun oleh masyarakat dari masing-masing sisi. Setelah Dibersihkan siap, pembangunan badan jalan dilakukan secara bersamaan.
(Hasyim Asyari, Fastek Tim 9 PNPM MP Jepara)

Rabu, 20 Juli 2011

MESKI TERLAMBAT.....


Perjalanan kegiatan siklus PLP-BK yang begitu panjang sempat membuat semangat relawan Desa Suwawal Timur mulai kendor. Bukan hanya relawan saja, tetapi beberapa anggota BKM, TIPP dan Pemdes sendiripun mengalami kejenuhan. Penyusunan dokumen perencanaan yang memakan waktu cukup lama karena rencana hanya membutuhkan waktu 6 bulan, tetapi kenyataanya memakan waktu satu tahun lebih. Terlalu lamanya perencanaan inilah yang menyebabkan kejenuhan di masyarakat, dikarenakan produk yang dihasilkan belum bisa dirasakan langsung oleh mereka. Masyarakat baru bisa merasakan keterlibatanya dalam musyawarah, rembug-rembug, tetapi belum sampai pada implementasi fisik.

Keterlambatan dari perencanaan ini bukan adanya permasalahan di Tenaga Ahli Perencanaan Partisipatif (TAPP), tetapi justru terletak pada masyarakat itu sendiri yang kurang greget ketika diajak untuk berdiskusi merencanakan kampung impiannya, merencanakan kawasan prioritasnya. Kenapa bisa terjadi....? jawabanya karena semua bersifat keRELAWANan. Imbas dari itu semua adalah minimnya pertemuan didalam kegiatan PLPBK khususnya dalam perencanaan partisipatif ini.

Tidak berhenti di situ saja, proses pembentukan Tim Pemasaran (TP) dan Tim Pelaksana Program (TPP) juga lama sekali pembentukanya. Entah karena kesibukan dari para pemangku pemerintahan atau karena memang ada beberapa kepentingan yang membuat rencana pembentukan TP dan TPP yang sudah tersusun melalui rembug mulai dari Tim Faskel, BKM dan Pemdes selalu mengalami penundaan.

Titik terang itu AKHIRNYA datang juga,,,,
Hari senin tanggal 18 Juli 2011 pembentukan TP dan TPP terealisasi juga. Melalui undangan dari Pemdes, semua stakeholder yang ada di Desa Suwawal Timur sedianya dihadirkan. Hal ini dikandung maksud agar diperoleh orang-orang yang sangat berkompeten bisa masuk dalam keanggotaan TP maupun TPP. Namun dari 50 lebih undangan yang tersebar, yang bisa hadir hanya 30 orang sesuai daftar hadir yang sudah disiapkan oleh Tim Faskel. Rapat yang diadakan di Balaidesa Suwawal Timur ini, mulai berlangsung dari jam 19.30 sampai dengan jam 23.00 wib. Rapat dipimpin oleh Bapak Fatroni, SAg. Selaku Petinggi Desa Suwawal Timur dan di dampingi BKM, TIPP serta Tim Faskel.

Meski sempat saling tidak mau ditunjuk menjadi anggota TP maupun TPP.....
Kenapa bisa begitu....? jawabanya masih sama, karena semua bersifat keRELAWANan
Melalui pemahaman-pemahaman tentang tupoksi dari TP dan TPP yang diberikan oleh Tim Faskel, akhirnya peserta yang hadir bisa memahami dan mengerti yang akhirnya bersedia menjadi anggota TP dan TPP.

Titik poin dari pertemuan tersebut adalah adanya kesadaran dari masyarakat untuk bisa memahami proses dari PLPBK selama ini, beban berat dari TP dan TPP ke depan mudah-mudahan bisa menjadi ringan karena adanya semangat kebersamaan dari semua lini masyarakat. Bukan hanya anggota TP dan TPP saja yang bertanggungjawab merealisasikan kawasan pertanian terpadu Desa Suwawal Timur, melainkan dukungan dari semua lapisan masyarakat baik secara materiil maupun non materiil inilah yang dapat mengangkat dan mewujudkan cita-cita bersama “mewujudkan desa suwawal timur menuju desa madani dengan pertanian terpadu berbasis teknologi yang berwawasan lingkungan dalam nuansa religius dan berbudaya”. (M Chamidun)

Senin, 27 Juni 2011

Pengaspalan Jalan Desa Mantingan

PENGASPALAN JALAN RT 18, RW 06 DESA MANTINGAN
(Good Aksesibility For Livelyhood)



Latar belakang dari prioritas perbaikan overlay perkerasan jalan di lokasi RT 18, RW 06 Desa Mantingan adalah upaya peningkatan mutu transportasi dari aspek good aksesibility for livelyhood merupakan prasarana yang mendukung aktivitgas kehidupan dan penghidupan masyarakat sekitar khususnya dan masyarakat mantingan secara umum

aktivitas kegiatan ekonomi masyarakat mantingan umumnya adalah bergerak dibidang perdagangan dan jasa meubelair dan seni ukir. Manfaat prasarana tersebut bagi penerima manfaat dan pengguna jalan antara lain:
1. Optimalisasi waktu tempuh untuk kegiatan ekonomi masyarakat;
2. Kenyamanan berkendara bagi penerima manfaat (masyarakat);
3. Efisiensi biaya perawatan kendaraan;
4. Good aksesibility sehingga mengeliminir terjadinya kawasan atau zona kantong yang terisolir dll.

Tidak terlalu berlebihan jika hal ini mendapat perhatian lebih dari masyarakat mantingan mengingat potensi positif yang akan dicapai jika kegiatan ini terwujud, terbukti dari respon masyarakat yang menggembirakan dengan terkumpulnya dana swadaya masyarakat yang jika dinominalkan mencapai ± Rp. 38.000.000,- jika dibandingkan dengan dana stimulan BLM PNPM-Mandiri Perkotaan yang hanya Rp. 12.000.000,- prosentrase apresiasi swadaya dari masyarakat terhadap dana stimulan BLM PNPM-Mandiri Perkotaan mencapai 316%. Sedangkan dari aspek volume yang terbangun adalah 710 m dengan lebar perkerasan 2.5 m dari volume rencana 185 m dengan lebar perkerasan 2.5 m terjadi apresiasi prosentase volume mencapai 383%.

Jenis kontruksi perkerasan lapis aus yang dipilih adalah aspal hotmix dengan mekanisme penggorengan yang dilakukan dengan aduk manual dengan demikian dari BKM Gapura Sejahtera dengan KSM Tiploso Jaya telah melakukan dua lahkah strategis yaitu
1. Evisiensi biaya kontruksi;
2. Membangun kapasitas diri masyarakat dalam hal teknis pengerjaan kegiatan lingkungan (pengaspalan yang benar sesuai kaidah-kaidah teknis pelaksanaan pekerjaan)
Ini adalah potret masyarakat yang sadar dengan pentingnya impian dan cita-cita, karena cita-cita adalah motivasi untuk terus berbuat dan berinovasi untuk mencapai tujuan, embrio ini sudah terlihat di Desa Mantingan yang dimotori oleh BKM Gapura Sejahtera. Sekiranya tujuan itu belum/tidak tercapai setidaknya mereka telah berbuat, namun sekiranya mereka tidak melakukan apa-apa adalah hal sia-sia untuk bermimpi… (Rizaldi Safar, ST)

Jumat, 15 April 2011

PNPM MP 2011 Fokus pada 3 Isu Penting

Jakarta, 7 April 2011. Pada tahun 2011 ini, semua pihak terkait PNPM Mandiri Perkotaan harus fokus pada tiga isu penting, yaitu peningkatan pelayanan program terhadap warga miskin sesuai PS-2, KSM belum menjadi wadah peningkatan penghidupan bagi warga miskin, dan pentingnya mengelola siklus kota.

Hal itu ditegaskan Kepala Satker P2KP Pusat Boby Ali Azhari saat menutup kegiatan Workshop National Management Consultant (NMC) atau KMP PNPM Mandiri Perkotaan, di Hotel Makara, UI, Depok, pada Rabu 6 April 2011.

Tiga isu penting yang ditegaskan oleh Boby itu merupakan hasil rumusan para Team Leader (TL), Tenaga Ahli (TA) Unit Satuan Kerja (USK) tiga KMP—Advanced, PNPM Mandiri Perkotaan Wilayah 1 dan Wilayah 2, yang mengikuti workshop selama 4 – 6 April 2011. Meski demikian, masih ada isu lain yang teridentifikasi di workshop, tapi sesuai kesepakatan peserta, tiga isu di atas dinilai paling prioritas sebagai fokus kerja PNPM Mandiri Perkotaan tahun 2011.

Boby mengutip isu strategis PNPM Mandiri Perkotaan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2009, fokus isunya adalah SIM dan budaya organisasi. Pada 2010, fokusnya adalah kredit macet, PLPBK, integrasi program, komunikasi antara P2KP Advanced dan PNPM, SIM Advanced dan material printing. “Sedangkan isu 2011 adalah peningkatan pelayanan program terhadap warga miskin sesuai PS-2, KSM belum menjadi wadah peningkatan penghidupan bagi warga miskin, dan pentingnya mengelola siklus kota,” tandasnya.

Sebelum penutupan, TL PNPM Mandiri Perkotaan Wilayah 2 Hari Prasetyo menyampaikan laporan proses workshop. Menurut dia, sebelum kegiatan workshop ini dilakukan, pihak KMP sudah melakukan konsolidasi dan koordinasi antarUSK serta lintas USK tiga KMP.

TL KMP Wilayah II Hari Prasetyo (kanan) memaparkan tentang proses workshop [Dok. Tim CB PNPM Mandiri Perkotaan]

Tujuan workshop adalah mendapatkan informasi mengenai orientasi program dan isu-isu umum program dari Advisory. “Dari pertemuan ini, diharapkan USK membuat strategi penyelesaian isu-isu berdasarkan input dari advisory, dan isu-isu yang selama ini terjadi, baik isu internal di KMP maupun antarKMP,” kata Hari Prasetyo.

Ia juga menjelaskan proses-proses workshop yang merefleksikan tentang perjalanan pendampingan, sekaligus merekomendasikan isu-isu strategis yang nantinya akan dibahas dalam kelompok.

Dalam hal ini, Kepala PMU P2KP Didiet Achdiat, yang hadir dan membuka acara workshop pada Senin (4/4) lalu, juga menekankan beberapa isu-isu yang harus terjawab pada kegiatan tersebut. Untuk itu, TL KMP Wilayah II Hari Prasetyo mengemukakan hasil ringkas workshop di hadapan Kepala Satker Pusat. (KMP PNPM Mandiri Perkotaan)

Oleh: Iroh Rohayati Fatah - TA Komunikasi Massa KMP Wilayah II PNPM Mandiri Perkotaan

Sumber : www.p2kp.org

Sabtu, 02 April 2011

KSM berkembang dengan kekompakan anggotanya

KSM berkembang
dengan kekompakan anggotanya



KSM Sedap Malam yang beranggotakan 5 orang telah menjadi KSM yang dipandang menggembirakan karena kemampuannya untuk bekerjasama antar anggotanya, tidak hanya dalam pengumpulan angsurannya pada UPK tetapi juga dalam berbagai hal yang berhubungan dengan kerja mereka. Apabila satu orang mendapatkan order pesanan maka dikerjakan secara bersama-sama, begitu pula jika pesanan lagi sepi merekapun secara bersama-sama mencari order, sehingga dalam proses kerja mereka saling dukung dan bekerjasama.

Pada awal berdirinya bulan Mei 2009, KSM ini beranggotakan 5 orang, masing-masing Jumiati yang mempunyai warung dirumah yang menjual makanan ringan,Liswati yang mempuyai usaha dagang lauk pauk di pasar setempat,Kurniasih yang mempunyai warung dengan usaha kelontong ,Ngarni yang mempunyai usaha dagang ikan di pasar setempat,Den Astutik mempunyai usaha dagang jual pakaian ke rumah –rumah.

Pada bulan Mei 2009, KSM ini mendapatkan dana pinjaman bergulir, seperti yang telah disepakati oleh BKM dan anggotanya dengan pinjaman awal sebesar Rp 500.000,-. KSM Sedap Malam terhitung baik dalam pengembalian angsurannya, sehingga mereka berharap dan juga UPK, ketika angsurannya telah lunas KSM ini dapat mengajukan pinjaman lagi sehingga dapat digunakan untuk penambahan modal usaha mereka.
Dengan adanya bimbingan dari UPK dan adanya kerjasama antar anggotanya dapat membuat anggota KSM Sedap Malam dapat eksis dengan usaha yang sudah dijalani dan bisa memgembangkan usaha mereka (Ratih Mia Frebuanna,SE)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More