Pelatihan Motivasional untuk BKM, Relawan, Up-UP dan Perangkat Desa/Kelurahan

Sambutan Pelatihan Motivasional oleh Bupati Jepara

Pelaksanaan Kegiatan Fisik

Salah satu kegiatan fisik PNPM MP Kabupaten Jepara yaitu Pembangunan Jalan Rabat Beton

Monitoring dan Evaluasi dari Pemda Kab Jepara

Kunjungan ke lapangan untuk melihat hasil kegiatan PNPM Mandiri Perkotaan di Kabupaten Jepara

Kegiatan Sosial

Pelatihan Tata Boga yang difasilitasi oleh PNPM MP Kabupaten Jepara

Kunjungan Bupati Jepara

Kunjungan Bupati Jepara ke salah satu desa pelaksana kegiatan PNPM Mandiri Perkotaan

Senin, 11 November 2013

Kemiskinan Masih Tinggi

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi mengatakan, jumlah penduduk miskin di daerahnya mencapai 36 persen. PNPM-MP yang dijadikan program untuk mengentaskan kemiskinan, perlu diberi motivasi bisa membantu mengentaskan kemiskinan.

”Dari 1.123.439 jiwa warga Jepara, terdapat 405.005 jiwa yang masuk dalam kategori penduduk miskin,” kata Marzuki, kemarin. Jumlah tersebut disebutkannya, sebagaimana hasil survei Tim Nasional percepatan penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

Dilihat dari jumlahnya, lima desa di Jepara yang memiliki penduduk miskin terbesar. Desa itu antara lain Desa Karanggondang, Desa Troso, Desa Sinanggul, Desa Lebak dan Desa Guyangan.

Sedangkan berdasarkan persentasenya, kata Marzuqi, desa pemiliki warga miskin terbanyak Desa Tedunan, dan Desa Karangaji. Selain itu Desa Raguklampitan, Desa Kaliombo, serta Desa Tanggultlare.

Koordinator PNPM – MP Kabupaten Jepara Bambang Rudihartono mengatakan, tim PNPM-MP yang telah bekerja keras selama tujuh tahun semangat yang pasang surut. Perlu motivasi untuk mendorong organisasi tersebut, agar bisa bekerja lebih keras.

”Untuk itu, kami selenggarakan kegiatan motivasi bagi para relawan PNPM-MP. Ini agar bisa meningkatkan motivasi mereka dalam menjalankan tugasnya,” ujar Bambang.

Menurutnya, kegiatan yang diikuti oleh 850 peserta dari berbagai desa di Kabupaten Jepara tersebut sangat penting. Selain menambah semangat dan mendorong untuk lebih kreatif, juga bisa mendorong anggota bisa bekerja lebih keras.

”Motivasi tidak hanya untuk PNPM secara umum. Tapi juga yang terpenting bagi individu masing-masing. Ini bisa lebih meningkatkan jiwa relawan dan kesalehan sosialnya,” ungkapnya.

Dia menambahkan, di Jepara sasaran PNPM-MP berada di 86 desa yang tersebar di 7 kecamatan. Di antaranya Kecamatan Mlonggo, Pakisaji, Jepara, Tahunan, Pecangaan, Kalinyamatan, dan Welahan. Di luar tujuh kecataman itu, kegiatan sejenis dipacu dengan PNPM Mandiri Perkotaan.( koran muria )

Rabu, 18 September 2013

405.005 warga Jepara hidup di bawah garis kemiskinan


405.005 warga Jepara hidup di bawah garis kemiskinan
Muhammad Oliez
Selasa,  17 September 2013  −  16:05 WIB
Sindonews.com - Sebanyak 36 persen dari total penduduk di Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah, 405.005 warga Jepara hidup di bawah garis kemiskinanhidup di bawah garis kemiskinan. Berdasarkan hasil survei Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), jumlah penduduk miskin di Jepara sebanyak 405.005 jiwa dari total penduduk 1.123.439 jiwa.

“Kalau diprosentase masih ada 36 persen yang miskin. Tapi ini data tahun 2011, kalau angka terbaru belum ada, karena hasil survei terakhir angka itu,” kata Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, di Ruang Rapat I Setda Jepara, Selasa (17/9/2013).

Para penduduk miskin itu terbesar di Desa Karanggondang Kecamatan Mlonggo dengan jumlah 7.413 jiwa, Desa Troso Kecamatan Pecangaan (7.117 jiwa), Desa Sinanggul Kecamatan Mlonggo (6.305 jiwa), Desa Lebak Kecamatan Pakisaji (5.927 jiwa), dan Desa Guyangan Kecamatan Bangsri (5.608 jiwa).

Sedangkan dari prosentasenya, lima desa pemilik warga miskin terbanyak adalah Desa Tedunan (81,77 %), Desa Karangaji (79,92 %), Desa Raguklampitan Kecamatan Batealit (77,10 %), Desa Kaliombo (76,38 %), dan Desa Tanggultlare (75,29 %) di Kecamatan Kedung.

“Penanganan kemiskinan tak bisa diselesaikan secara parsial. Semua elemen harus bersinergi agar program penanggulangan kemiskinan maksimal, sehingga masyarakat mandiri dan berdaya,” jelasnya.

Dilanjutkan dia, salah program pengentasan kemiskinan di daerah itu adalah PNPM Mandiri Perkotaan. Program ini sudah mulai dijalankan sejak 2007. Jika ditotal hingga 2013 ini, Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) yang dialokasikan untuk program ini mencapai Rp70,3 miliar.

Rinciannya yang bersumber dari APBN Rp63,97 miliar, dan dana pendamping dari APBD Kabupaten Jepara Rp6,355 miliar.

“Dari jumlah itu, dana yang dimanfaatkan sebesar Rp59,7 miliar. Sedangkan swadaya yang terkumpul dari masyarakat selama program ini berjalan, telah mencapai Rp33 miliar lebih,” kata Koordinator PNPM–MP Kabupaten Jepara Bambang Rudihartono.

Menurut Bambang, sasaran PNPM–MP di Jepara berada di 86 desa yang tersebar di tujuh kecamatan, masing masing Kecamatan Mlonggo, Pakisaji, Jepara, Tahunan, Pecangaan, Kalinyamatan, dan Welahan.

Mayoritas BLM PNPM–MP, dimanfaatkan untuk pembangunan lingkungan (79,6 persen), diikuti pembangunan bidang ekonomi (13 persen), dan bidang sosial (7,4 persen).

“Berbagai progam tersebut merupakan inisiatif dari masyarakat sendiri. Prinsipnya masyarakat akar masalah kemiskinan itu, lalu kita dampingi penyelesaian persoalan tersebut,” tandasnya.

Ditambahkan dia, perlu berbagai langkah terobosan untuk menekan angka kemiskinan di bumi Kartini. Tak kalah pentingnya, adanya sinergi antarberbagai lembaga yang terkait dengan progam penanggulangan kemiskinan tersebut.

(san)
Sumber: Sindonews

Selasa, 02 April 2013

Pelatihan Pengelolaan Bank Sampah

Mulyoharjo Jepara, BKM Kunci Sejahtera Desa Mulyoharjo kecamatan Jepara, melaksanakan “Pelatihan Pengelolaan Sampah Dengan Sistem Bank Sampah”.dilaksanakan di Balai Desa Mulyoharjo,29 Maret 2013. Pelaksanaan pelatihan pengelolaan bank sampah ini dilakukan sepenuhnya oleh KSM Asri Mandiri yang sekaligus sebagai perintis pengelolaan Bank Sampah (Bank Sampah Asri Mandiri) di Desa Mulyoharjo.  Acara diawali sambutan Petinggi Desa Mulyoharjo HM.Rosyid dan sambutan Bpk. Sek Camat Jepara.

Dengan bantuan dari BLM PNPM Mandiri Perkotaan sebesar Rp.2.500.000. dan swadaya dari KSM Asri Mandiri, Alhamdulillah kami bisa menghadirkan Pakar Bank Sampah Gemah Ripah Badegan Batul Yogyakarta dan sekaligus sebagai Ketua Umum Bank Sampah Nasional “Bambang Suwerda, SST, M.Si”. ujar Koordinator BKM  Ir. Sujima, MM.  Dengan kesibukan yang luar biasa sebagai Dosen di Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Pemenang Indonesia Berprestasi  Award 2009, Peraih Kalpataru Kategori Perintis Lingkungan Tingkat Kab. Bantul, serta sebagai Nominator Kick Andy Heroes Metro TV 2010 Kategori Lingkungan ini dengan semangat yang berapi-api menyampaikan materi tentang pentingnya pengelolaan Sampah dengan Bank Sampah.

Bowo Sulistyono,ST (Pembina bank sampah asri mandiri) menyampaikan bahwa Permasalahan Pengelolaan Sampah saat ini sangat komplek karena masyarakat masih punya kebiasaan membuang sampah disembarang tempat, masih terbiasa membakar sampah dilingkungannya, membuang sampah di sungai, dan belum bisa memilah-milah sampah.

Bambang Suwerda menyampaikan bahwa dulu kita sudah punya konsep dasar penelolaan sampah yaitu 3 M ( Mengurangi Sampah, Memanfaatkan Sampah dan Mendaurulang Sampah). Tapi dengan adanya Bank Sampah, maka kita tambah menjadi 5 M ( Memilah Sampah dan Menabung Sampah ). Ada 3 komponen Bank Sampah yang harus dilengkapi yaitu 3 P ( Penabung, Pengelola dan Pembeli Sampah ).
Banyak Manfaat dari Bank Sampah yaitu, 1. Aspek Lingkungan (Berkurangnya jumlah sampah yang harus dibuang ke TPA, Membantu mengurangi pencemaran udara akibat pembakaran sampah, dan Membantu menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih). 2. Aspek Pendidikan (Menanamkan pentingnya mengelola sampah rumah tangga kepada masyarakat dengan cara diinvestasikan/ditabung, Pendidikan lingkungan hidup sejak dini terhadap anak-anak dengan tidak meninggalkan tumbuh kembang mereka, Anak-anak akan memahami pentingnya menabung, Anak-anak akan memaknai sampah yang mereka hasilkan). 3. Aspek Sosial Ekonomi (Menambah pendapatan keluarga dari sampah yang mereka tabung di bank sampah, Merubah persepsi negatif yang berkembang di masyarakat terhadap penggiat sampah terutama pemulung).ujar Bambang Suwerda.

Sementara itu Hambali (Direktur Bank Sampah Asri Mandiri) menambahkan bahwa Aspek Pendidikan yang pertama harus kita garap, yaitu mengubah kebiasaan buruk masyarakat dalam membuang sampah, dan membiasakan anak-anak kita untuk membuang, memilah dan menabung sampah. Akhirnya kami atas nama panitia pelatihan menyampaikan kepada seluruh masyarakat jepara umumnya dan desa mulyoharjo khususnya untuk mengubah kebiasaan menjadi manfaat dengan menabung sampah di Bank Sampah Asri Mandiri RT 08 RW 04 Perumahan Griya Jepara Asri Mulyoharjo Jepara. Amin.

Mudah-mudahan dengan adanya Pelatihan ini, maka masyarakat Jepara umumnya dan Desa Mulyoharjo Khususnya bisa ikut serta dalam program ini sehingga “UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah” yaitu Kegiatan yang sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah, bisa kita laksanakan bersama, ujar Bowo Sulistyono.  Amin Ya Robbal Alamin.

Senin, 07 Januari 2013

Pelatihan Sablon BKM Hidayah Desa Bandungrejo

Pelatihan Sablon BKM Hidayah 
Desa Bandungrejo


Siapakah yang harus peduli untuk melakukan perubahan? Tentu saja kaum muda tidak mau ketinggalan untuk memberdayakan dirinya sendiri demi kemajuan yang nyata. Pemberdayaan kaum muda merupakan salah satu bagian yang penting dan tak terpisahkan dari PNPM-MP. Peran aktifnya baik dalam keluarga maupun ditengah masyarakat menjadi sangat penting karena dihadapkan pada kebutuhan ekonomi yang semakin meningkat dan perkembangan kemajuan yang pesat dalam dunia usaha. 
 
 Pemberdayaan kaum muda ini juga berkaitan langsung dengan peran aktifnya sebagai ujung tombak dalam kemajuan masyarakat baik dalam peningkatan ekonomi rumah tangga maupun perannya ditengah masyarakat sebagai angkatan muda yang menentukan juga kemajuan bangsa. 

Dengan pelatihan Sablon ini para kaum muda diharapkan mampu menguasai dan memiliki keterampilan yang dapat di pergunakan sebagai modal dalam rangka mendapatkan penghasilan yang baik atau bahkan lebih bagus sehingga bisa membantu keluarga dalam menambah penghasilan, mengurangi angka pengangguran sekaligus mengentaskan kemiskinan

(Thomas Eko Jarwanto, S.Psi: FCD Tim 10 Kab Jepara)

Rabu, 02 Januari 2013

Andalkan Jasa Perguliran Di Luar KSM

Andalkan Jasa Perguliran Di Luar KSM
BKM “Jujur Jaya “
Desa Kalipucang Kulon


Strategi pengelolaan Jasa perguliran yang terdapat di tubuh UPK BKM Jujur Jaya Desa kalipucang Kulon, diantaranya dapat dicermati di bawah ini, sebagai bahan rujukan kita bersama mengenai Sajian laporan keuangan yang telah berhasil dikelola dengan baik oleh BKM dan UPK Jujur Jaya dan telah menjadi kekuatan yang mendorong terjadinya perubahan system angsuran di wilayah Basis masing-masing.


Strategi Pengembangan keuangan Non KSM
Pengembangan Sirkulasi keuangan yang adadi masing2 basis RW, terinspirasi dari beberapa KSM yang macet total terkait angsuran , khususnya ditingkat basis . lewat sajian laporan keuangan yang ditempel ditempat strategis orang bebas berbicara dan mengungkapkan segala unek-uneknya tanpa rasa takut dan tekanan dari siapa pun.

Sebagaimana halnya lembaga lokal yang terinspirasi pula dari koperasi yang berjalan di desanya, kehadiran Laporan keuangan diharapkan dapat menjadi wadah bagi warga Desa Kalipucang Kulon untuk mengungkapkan ide, gagasan,usulan dan juga kritikan terhadap persoalan yang terjadi disekitar mereka.
Dalam satu penyajian laporan keuangan di tahun 2011, data mengungkapkan adanya tunggakan kemacetan dalam tubuh KSM. Informasi Riil membeberkan data berisi nama peminjam dana beserta jumlahnya yang dikucurkan pada KSM dengan bunga 1,5%. Namun KSM yang senyatanya orang2 miskin produktif yang seharusnya mengangsur tiap bulan,ternyata harus berhenti di angsuran ke dua atau ketiga dengan berbagai macam alasan. Sebagai tawaran solusi,BKM ,UPK dibantu PEMDES memuat prosedur dan pembinaan peminjaman uang dan system angsuran yang berlaku di PNPM-MP, dengan alasan agar masyarakat dapat membandingkan dengan praktek yang ada di BANK . Data itu disajikan dalam bentuk visual sehingga dapat dengan mudah dibaca warga yang buta huruf sekalipun. Berbagai kejanggalan, ketimpangan, dan penyelewengan bisa dengan mudah dibaca oleh warga.

Pada awalnya warga kurang peduli dengan data yang di informasikan tersebut, namun ketika sajian laporan keuangan dan data nama KSM macet yang ditampilkan mampu memberikan informasi yang jelas tentang kejadian yang sebenarnya, akhirnya kesadaran warga tergugah dan merasa malu sehingga membuat sadar para peminjam. Hasilnya pelaksanaan program pinjaman kepada KSM yang berperan sebagai tulang punggung ekonomi BKM dan desa, semakin berjalan baik dan  perlahan mengalami perubahan.
 
Pembukaan Loket Listrik menghasilkan profit diluar KSM 
Persoalan program pemerintah maupun lokal seringkali menimbulkan diskriminasi terhadap warga dalam hal memperoleh akses Keterlibatan anggota di organisasi, kelompok,maupun perkumpulan formal. Di Dalam PNPM-MP keterlibatan pembukaan loket listrik selalu menjadi tambahan utama disetiap bulannya,salah satu yang diangkat di BKM JUJUR JAYA adalah Membuka loket Listrik yang di peruntukkan untuk warga local dan luar desa,utamanya warga yg jauh dari loket kecamatan yang biasanya berjarak antara 3-5KM untuk memudahkan akses mereka. 

Mengingat keterbatasan media terhadap akses Pembayaran ,bentuk alternatif seperti melibatkan perempuan di setiap kesempatan,misal pertemuan pelatihan pengembangan SDM,review partisipatif,dan pertemuan lainnya selalu keterlibatan perempuan dkedepankan. Lewat pertemuan-pertemuan lebih memungkinkan perempuan untuk aktif  mengekspresikan gagasan dari sudut pandang perempuan karena tidak mensyaratkan pendidikan tinggi, siapapun bisa terlibat untuk berkomunikasi, menyebarluaskan informasi, meyuarakan aspirasi, dan kepentingan. Juga memungkinkan perempuan untuk menyajikan persoalan yang jarang diungkapkan seperti review partisipatif, kesetaraan jender, dan persoalan-persoalan perempuan lainnya.

Tak ada kata berhenti bagi BKM”JUJUR JAYA” untuk memperjuangkan akses informasi dan komunikasi bagi perempuan dikalipucang Kulon. Sedikit demi sedikit perubahan itu mulai terjadi. Kini cukup banyak perempuan yang bersedia mengungkapkan persoalannya melalui rapat2 dan pertemuan. 

(Ibnu Arif, faskel MK Kab Jepara)

Kamis, 20 Desember 2012

Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Kedungsarimulyo Melalui Pinjaman Bergulir

Meningkatkan Ekonomi  Masyarakat Desa Kedungsarimulyo 
Melalui Pinjaman Bergulir


Pelaksanaan kegiatan Pinjaman Bergulir PNPM-MP bertujuan untuk menyediakan akses layanan keuangan kepada rumah tangga yang miskin dan produktif untuk memperbaiki kondisi ekonomi mereka dan membelajarkan kepada mereka dalam hal mengelola pinjaman dan penggunaannya secara benar serta tepat sasaran. Kegiatan ini sudah berlangsung di UPK BKM Karya Maju Desa Kedungsarimulyo Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara.Adapun penerima manfaat sudah mencapai 65 KSM dengan jumlah anggota per KSM adalah 7 orang, terdiri dari 4 laki-laki dan 3 perempuan.

Masyarakatpun menyambut dengan gembira karena bisa untuk modal memperbaiki ekonomi mereka. Hal ini juga menjadi salah satu Misi dari BKM Karya Maju yaitu Meningkatkan pendapatan masyarakat miskin melalui penyediaan permodalan dan meningkatkan ketrampilan dalam berusaha.

Dengan keberhasilan Pinjaman Bergulir ini menjadikan Desa Kedungsarimulyo yang termasuk sebagai  nominator 6 Desa penerima dana ND (Neighbourhood Development) sebesar Rp 1.000.000.000,00 dari seluruh Desa di Kabupaten Jepara. Hal ini tak lepas dari kerjasama penerima manfaat dengan meraih RR 97 % dan do’a seluruh masyarakat Desa Kedungsarimulyo. Hal senada juga  disampaikan oleh Bupati Jepara Drs. Hendro Martojo, MM dalam rapat Koordinasi aparat pemeritah desa di pendopo Kecamatan pecangaan

Berikut ini adalah pemaparan dari penerima manfaat Kegiatan  Pinjaman Bergulir PNPM-MP 

Bp. Suwardi  (Pembuat Kerupuk)
Kami sangat senang dan bangga dengan kegiatan Pinjaman Bergulir ini, karena bisa membantu permodalan kami sebagai pembuat krupuk.
Terus terang modal awal kami adalah Rp 750.000,00. Alhamdlulillah usaha kami lacar. Karena banyaknya permintaan krupuk yang kami produksi, usaha kami agak sedikit terganjal karena keterbatasan modal. Namun, melalui sosialisasi dari BKM Karya Maju dan UPK  tentang Program PNPM-MP di desa kami, selain kegiatan infra struktur dan sosial juga ada program Pinjaman Bergulir. Ternyata kegiatan ini sangat membantu usaha kami. Rasa syukur dan banyak terima kasih kepada BKM dan pemerintah yang telah membantu usaha kami  ini.

Ibu Sri Suwarsi (Pedagang Gempol Pleret)   
Selain Bp Suwardi sebagai penerima manfaat, juga dirasakan oleh ibu Sri Suwarsi yang sudah 8 tahun menggeluti usaha penjual minuman gempol pleret. Dikatakannya bahwa Program Pinjaman Bergulir sangat membantu dalam peningkatan ekonomi pada khususnya. Dengan program ini, ibu Sri Suwarsi bisa menambah porsi jualnya . “ Kami salut,
meskipun tanpa honor atau imbalan apapun, Beliau yang ada di BKM dan UPK sangat tulus ikhlas budi dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Harapan kami masyarakat, semoga pemerintah bisa menambah modal untuk kegiatan Program Pinjaman Bergulir di Desa kami ini. Dan untuk Beliau BKM dan UPK, semoga perjuangannya mendapatkan imbalan yang berlipat sebagaimana mereka memikirkan nasib kami “ tutur Ibu Sri Suwarsi.



Rabu, 12 Desember 2012

Pelatihan Komputer Lanjutan

Pelatihan Komputer Lanjutan
Kerjasama Broadband Learning Centre Jepara Dan Bkm Makmur Abadi 


Sebuah terobosan baru dilakukan oleh BKM Makmur Abadi desa lebak yaitu dengan melakukan pelatihan komputer lanjutan, program ini memang sebagai lanjutan dari pelatihan sebelumnya. Kalau pelatihan sebelumnya bermateri tentang pengenalan komputer dan dasar-dasar penggunaan komputer, pelatihan sekarang berupa pengenalan lebih lanjut tentang pengenalan internet.

Pelatihan komputer dimaksudkan untuk memberikan pelatihan lanjutan terhadap pelaksanaan pelatihan komputer pada tahap sebelumnya. Disamping itu kegiatan ini bertujuan untuk memberikan ketrampilan kepada warga desa Lebak khususnya bagi remaja-remaja yang tidak mampu memperoleh pekerjaan dikarenakan terbatasnya kemampuan atau ketrampilan yang mereka miliki khususnya dalam penggunaan komputer. Dengan demikian pelatihan komputer ini akan dapat memberikan manfaat kepada mereka untuk memperoleh pekerjaan dan menjadi tenaga kerja yang lebih baik.

Pelatihan ini bekerjasama dengan Broadband Learning Centre (BLC) yaitu suatu lembaga pemdidikan komputer di wilayah Jepara. Diharapkan dengan adanya kerjasama ini dapat menjadi awal dari proses keberlanjutan pelatihan ini, karena salah satu tujuan pelatihan ini adalah untuk membuka jalan bagi penerima manfaat untuk dalam proses chaneling dengan pihak BLC

Kegiatan pelatihan komputer ini dilaksanakan di BLC (Broadband Learning Centre) Jepara. Karena jauh nya jarak antara desa Lebak dan lokasi kegiatan maka bagi penerima manfaat di sediakan 3 mobil untuk bersama-sama berangkat ke jepara. Pelatihan ini di laksanakan selama 3 hari, yaitu hari Jum’at – Sabtu tgl 17 – 19 February 2012. Kegiatan ini di danai oleh biaya APBD sebesar Rp. 7.000.000,- dan uang swadaya dari masyarakat sebesar Rp. 1.500.000,- sehingga total biaya nya sebesar Rp. 8.500.000,-.

(Fajar Sigit Prabowo, SPt: Community Development TIM 01 Jepara)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More