Pelatihan Motivasional untuk BKM, Relawan, Up-UP dan Perangkat Desa/Kelurahan

Sambutan Pelatihan Motivasional oleh Bupati Jepara

Pelaksanaan Kegiatan Fisik

Salah satu kegiatan fisik PNPM MP Kabupaten Jepara yaitu Pembangunan Jalan Rabat Beton

Monitoring dan Evaluasi dari Pemda Kab Jepara

Kunjungan ke lapangan untuk melihat hasil kegiatan PNPM Mandiri Perkotaan di Kabupaten Jepara

Kegiatan Sosial

Pelatihan Tata Boga yang difasilitasi oleh PNPM MP Kabupaten Jepara

Kunjungan Bupati Jepara

Kunjungan Bupati Jepara ke salah satu desa pelaksana kegiatan PNPM Mandiri Perkotaan

Rabu, 12 September 2012

Kandang Sapi Komunal yang Ditunggu-tunggu Warga Masyarakat

Kandang Sapi Komunal
yang Ditunggu-tunggu Warga Masyarakat


 
Dalam Pengembangan di kawasan prioritas PLPBK Desa Suwawal Timur, sudah jelas bahwa Pengembangan Kawasan Pertanian terpadu berbasis teknologi itu merupakan konsep pengembangannya. Yaitu kawasan pertanian terpadu, yang akan dialokasikan untuk pengembangan pertanian dan peternakan serta fasilitas pendukungnya, ujar “Rasmono” Ketua KSM Karya Bakti.

Pengembangan pertanian dan peternakan maksudnya adalah sisa-sisa hasil pertanian dimanfaatkan untuk kegiatan peternakan atau pakan ternak dan sisa-sisa peternakan (kotoran ternak) dimanfaatkan untuk pupuk di sektor pertanian. Berbasis teknologi berarti dalam pemanfaatannya menggunakan teknologi seperti dalam pengolahan jerami sisa pertanian untuk pakan ternak diolah dengan cara fermentasi dan penambahan konsentrat yang berguna bagi pertumbuhan hewan ternak khususnya sapi. Untuk sisa peternakan (kotoran ternak) diolah menjadi biogas dan pupuk organik padat yang siap dikemas. Dalam kegiatan utama kawasan prioritas ada 8 (delapan) kegiatan, diantaranya adalah pemeliharaan hewan ternak. Dan dalam pelaksanaan pemeliharaan hewan ternak itu, dibangunlah Kandang Sapi Komunal, ujar “Rasmono”.

Tidak mudah melaksanakan pembangunan kandang sapi komunal ini. Ada 4 (empat) kandang komunal yang akan dibangun, yaitu A,B,C dan D.  Kesulitan yang pertama yaitu mengenai kondisi lahan ato lokasi yang akan dibangun, yaitu tanahnya yang mempunyai beda tinggi yang besar. Lokasi pembangunan kandang sapi komunal lebih rendah -3 m dari  lokasi 0 jalan raya. Sehingga dalam pembangunannya dilakukan sedikit perataan/cut didaerah tertentu. Kesulitan kondisi tanah bukan hanya dianggap oleh kita sebagai hambatan, tapi dimaknai sebagai seni dalam pembangunan,”ujar Rasmono”.

Memang Berat sekali jadi KSM, sudah bekerja semaksimal mungkin, tapi tetap saja “dipaido”. Ujar Rasmono. Perlu diketahui bahwa sebagai panitia pembangunan Pembangunan Kandang Sapi Komunal, kami akan selalu berusaha melaksanakan membangunan dan memberikan yang terbaik untuk warga masyarakat yang nantinya akan menikmati hasilnya terutama warga miskin. Dan kami juga sebagai manusia tidak luput dari kekurangan dan kelemahan. Banyak sekali cobaan dan hambatan dalam pembangunan kandang komunal ini, dari bahan baku yang dari toko yang kadang baik, kadang jelek. Dan keterlambatan bahan baku yang mengakibatkan membengkaknya biaya tenaga dan keterlambatan pelaksanaan. Ditambah lagi musih hujan yang membuat pelaksanaan pembangunan terganggu. Dan lain sebagainya.  

Itulah suka duka di KSM Karya Bakti Desa Suwawal Timur. Alhamdulillah sekarang pembangunan hampir terselesaikan. Bahkan ada tambahan swadaya, sehingga ada penambahan pekerjaan yang belum ada di DED gambar perencanaan yaitu pembangunan jalan paving. Alhamdulillah. Ujar” Rasmono”.
(Bowo Sulistyono, ST: Faskel UP  TIM 1 Jepara)

Kamis, 07 Juni 2012

BRIGADE eNDe PETEKEYAN BERMITRA DENGAN DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN JEPARA

Disekitar kita (lingkungan) khususnya desa Petekeyan dan sekitarnya dan pada umumnya kota Jepara terdapat pengusaha-pengusaha mebel, dari mebel-mebel tersebut terdapat limba atau sisa-sisa mebel yang cukup banyak bahkan melimpah yang mana selama ini belum termanfaatkan keberadaannya. Selain sebagai kayu bakar rumah tangga dan dijual dengan harga yang relative murah. Padahal kalau  kita berfikir dan punya imajinasi (punya kreatif) bahwa limbah tersebut disamping tersedia cukup banyak berlimpah tersedia dimana-mana. Berbagai bentuk dan ukuran yang bervariasi untuk mendapatkannya harga relative murah dapat mengurangi sampah yang sia-sia dengan demikian maka limbah tersebut kalau kita manfaatkan sebagai produk yang mempunyai nilai jual yang tinggi.Adapun jenis limbah mebel bermacam-macam diantaranya : serbuk, tatal, kepelan, dan lain-lain
Serbuk dengan teknologi modern dapat dimanfaatkan untuk obat nyamuk, dan lain-lain. Sedang kepelan dan tatal bisa dimanfaatkan untuk berbagai macam jenis-jenis assesoris. Pemanfaatan limbah tersebut agar bernilai jual tinggi tentu tidak asal dibuat sesuai dengan bentuk-bentuk aslinya tapi perlu dengan sentuhan seni dan kreatifitas seseorang disamping mengetahui latar belakang, juga harus memiliki syarat-syarat yang lain diantraranya :
1.    Menguasai teknologi proses produksi
•    Tehnik pertukangan
•    Tehnik mesin
•    Tehnik finishing
•    Tehnik bubut
•    Tehnik ukir
•    Tehnik serut
2.  Berwawasan luas dan kreatif
3.  Paham kaidah seni dan design
Jika syarat tersebut di atas bisa terpenuhi maka pemanfaatan limbah tersebut harusmempunyai aspek fungsi : enak dipakai, aman, nyaman, unik, indah, fungsionalis, harga bersaing. Setelah tehnik dan fungsi kita kuasai, maka seorang usahawan tinggal menentukan rumusnya yaitu : 5 W + 1 H (planning) :
1.    What         : Barang apa yang harus kita kerjakan
2.    Why          : Mengapa kita harus membuat barang ini
3.    Who          : Kepada siapa kita harus menjual hasil produksi
4.    When        : Kapan kita harus memproduksi
5.    Where      : Dimana kita harus memasarkan hasil produksi
6.    How          : Bagaimana cara kita memasarkan hasil produksi
Untuk pemasaran sendiri dari Disperindag siap membantu pemasaran dan juga mengikut sertakan dalam pameran-pameran atau stand di samping juga bisa melalui internet  dan lain-lain. Disperindag juga membuka peluang bagi desa Petekeyan untuk study banding, asalkan desa Petekeyan sudah terbentuk sebuah kelompok dan sudah punya hasil produksi yang nyata.
Adapun nara sumber yang lain yang berasal dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jepara adalah Bapak Iskandar Zulkarnain. Peserta pelatihan diberi materi bagaimana setelah produk dari kayu maupun limbah meubel kayu itu sudah dihasilkan, maka diperlukan strategi pemasaran yang handal guna penetrasi pasar baik domestik maupun manca negara. Hal itu bisa dilakukan dengan berbagai macam cara antara lain melalui brosur, pamflet, pameran, pendekatan personal maupun promosi melalui dunia maya yaitu Web site. Berkaitan dengan produk sampai menghasilkan sesuatu yang diharapkan menurut Bapak Iskandar Zulkarnain ada 4 hal yang harus ada :
1.    Produk
2.    Harga
3.    Pemasaran
4.    Promosi
Untuk menuju keberhasilan desa Petekeyan yang sedang giat-giatnya menata diri dan membangun berdasarkan pada potensi lokal yang dimiliki Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jepara terbuka dan menyambut dengan bimbingannya demi keberhasilan cita-cita masyarakat desa Petekeyan. Begitu pula sangat diharapkan bimbingan, saran, dan masukan dari berbagai elemen sehingga bisa mewujudkan desa Petekeyan menjadi ”KAMPOENG SEMBADA UKIR”. Karena memang di desa ini kaya akan potensi Furniture, Perabot rumah tangga, aneka macam ukiran dan Handy craft lainnya. Antara lain produk yang menjadi ciri khas Petekeyan yang paling menonjol adalah aneka macam produk minimalis, kreasi seni, alat–alat musik yang berasal dari kayu antara lain : gitar, gendang, botol, guci dan lain-lain.
Acara Pelatihan dan Kewirausahan yang Dilaksanakan di Base Camp selama 3 hari itu ditutup  secara resmi oleh Petinggi desa Petekeyan Bapak H. Ali Subhan dalam sambutannya beliau mengucapkan terim kasih kepada semua pihak yang terkait dan mengucapkan SELAMAT DATANG DI KAMPOENG SEMBADA UKIR DESA PETEKEYAN kepada siapapun anda

Disusun oleh:

Drs. H. Sudarto
Brigade eNDe Desa Petekeyan Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara

Minggu, 20 Mei 2012

Outbound Training For Trainers Desa Plajan

Melihat potensi wisata alam yang ada di Desa Plajan, masyarakat Desa Plajan merasa terpanggil khususnya para pemuda guna memanfaatkan potensi wisata alam yang ada maka terbentuklah organisasi kepemudaan PLAJAN OUTBOUND, sesuai dengan namanya lembaga ini bergerak di bidang pemandu Outbound. Demi membekali semua itu maka pada tanggal 17- 18 mei 2012 pemerintah Desa Plajan bekerjasama dengan BKM Bina Warga Bangun Sejahtera mengadakan pelatihan OUTBOUND (TRANING FOR TRAINERS). Dalam kesempatan ini fasilitator yang di datangkan adalah team BOJONG 5 dari semarang, yang beranggotakan 4 orang. Salah satu tujuan berdirinya PLAJAN OUTBOUND adalah untuk menyongsong Plajan Desa wisata 2013, dan memberi fasilitas di lokasi-Lokasi Wisata Alam Desa Plajan dalam bentuk pemandu Outbound.
www.desaplajan.com

Rabu, 11 April 2012

KSM Lansia Sehat VS KSM Tua Sehat

Kegiatan pemberian makanan tambahan untuk lansia dan pengadaan alat kesehatan untuk lansia telah diajukan dari KSM lansia sehat kelurahan saripan dan KSM tua sehat kelurahan demaan, Kecamatan Jepara kabupaten Jepara pada pencairan BLM putaran ke tiga dari shering dana APBD termin ke dua tahun 2011 kemaren dicairkan ke masing-masing KSM oleh BKM, keperdulian para ibu – ibu kader posyandu lansia dibeberapa kelurahan yang mengajukan ruang lingkup kegiatan yang sama yaitu focus pada penanganan kesehatan lansia yang saat ini mulai mendapat perhatian penting dari BKM dan kader-kader posyandu yang ada.

Kesehatan lansia perlu mendapatkan perhatian lebih mengingat lansia yang sudah tidak produktif sering sakit-sakitan yang tidak lucu lagi seperti balita kecil yang imut dan lucu, lansia yang tingkat emosinya lebih tinggi, gampang marah, lansia yang tidak boleh makan sembarangan yang sangat perlu mendapat perhatian lebih dari anak-anaknya yang notabene sudah pada berkeluarga sendiri ini yang perlu BKM dan bersama KSM sosial untuk MENANGANINYA.


Ide untuk menangani lansia ini muncul karena posyandu lansia yang kurang tersentuh untuk dapat bantuan tambahan dana dan kebanyakan focus kegiatan selalu pada kesehatan balita, ide ini diterima hangat oleh BKM, bidan kelurahan setempat bahkan dari puskesmas sendiri juga sedang gencar-gencarnya melakukan kegiatan percontohan pada kegiatan posyandu lansia, kegiatan ini disetujui BKM untuk mewujudkan keinginan dan keperdulian sosial masyarakat harapannya kedepan dengan adanya pemberian makanan tambahan dan pemberian peralatan kesehatan alat periksa gula darah, alat periksa tensi darah, alat periksa kolesterol, alat periksa HB, kedepan akan terwujud lansia yang sehat, dan kedepan ditunjang dengan pelatihan-pelatihan kesehatan bagi kader posyandu dan pemberian obat-obat, harapannya KSM dan BKM mampu melakukan shering dengan dinas-dinas terkait kalau bisa juga GRATIS.
Ini semua perlu mendapatkan perhatian lebih dari dinas-dinas terkait. Dari kader posyandu perlu memiliki visi dan misi agar meningkatkan semangat sosial mereka dan sebaiknya juga kader posyandu memiliki lagu atau yel-yel dalam setiap pertemuan. Semboyan yang sesuai kali ini SEHAT ORANG TUAKU SEHAT KELUARGAKU!

BY : LILIS SURYANI TIM 4 JEPARA

Senin, 19 Desember 2011

Uji Petik KMW 5 Jateng ke Jepara

Hari jum’at 25 November 2011, uji petik dilakukan oleh KMW yang dilakukan oleh pak Elis (TA monev) ibu Eri (Yunior Asmandat KMW jateng) dan pak Tris (assisten TA infra) dikelurahan Karangkebagusan BKM Adil Jujur Sejahtera, kelurahan Potroyudan BKM Rahayu dan kelurahan Bulu BKM Bina Mulya Utama Kec.Jepara Kab. Jepara.

Uji petik dilakukan kaitannya dengan melihat kendala dan tingkat perkembangan BKM sebagai study banding yang ditujukan kepada BKM, KSM, maupun UP-UP dengan pelaksanaan siklus masyarakat, kaitannya dengan proposal kegiatan dan LPJnya, Pelaksanaan kegiatan BLM baik kualitas bangunan untuk kegiatan lingkungan, volume yang sesuai dengan rencana, prasasti untuk identitas.

Sedikit tanya jawab kepada BKM mengenai kegiatan siklus mampu dijawab dengan baik dan benar hanya saja ada kekurangan yaitu prasasti pada hasil kegiatan lingkungan tidak ada, dokument-dokument belum dibuat dengan baik (siklus, PJM, PS2), memang perlu adanya uji petik seperti ini untuk koreksi dan evaluasi agar kedepan lebih baik, data terarsip dengan baik lebih-lebih PJM pronangkis dapat dimitrakan dichannelingkan dengan pihak swasta, pemda, atau dinas-dinas terkait, PJM layak jual program-program mampu difasilitasi, direalisasikan dengan adanya channeling, semua itu butuh proses dan kerelawanan masyarakat untuk menyajikan data secara apik, detail, akurat, terpercaya, penyajian yang bagus dan mampu menarik pembaca untuk turut serta membantu merealisasikan program-program yang ada khususnya PJM pronangkis.

Pengaruh besar akan baik tidaknya BKM juga bergantung dengan BKMnya jika BKM kurang aktif juga akan mempengaruhi semuanya, keaktifan anggota BKM sangat membawa pengaruh penting, kebijakan yang diambil kebijakan yang pro-poor (memihak masyarakat miskin), memonitoring, mengevaluasi, sebagai motor penggerak masyarakat/relawan, memanfaatkan potensi dan sumberdaya yang ada, ini yang terkadang kurang dipahami oleh BKM atau dipahami tetapi dilanggar karena kendala yang dihadapi ditingkat masyarakat “teori tidak sama dengan prakteknya” benturan dengan pemahaman masyarakat, terkadang datang dipertemuaan mendengarkan setelah itu lupa, siap melakukan kegiatan setelah itu tidak ada tindak lanjut, banyak melakukan pertemuan akan menghabiskan dana untuk jamuan, itulah asumsi-asumsi yang ada dan banyak sekali problem yang ada di BKM.

Ada satu koreksi dari KMW yang disampaikan kaitannya dengan sistem yang tidak jalan yaitu UP-UP dan BKM yang tidak bekerja dengan baik, perlu disadari oleh semua mereka adalah relawan yang ekonominya menengah kebawah dan waktu tersita untuk mencari nafkah untuk keluarga, sementara yang menengah keatas mereka jarang terjun dalam kegiatan ke-BKM-an, betapa susahnya BKM untuk menggerakkan dirinya sendiri maupun UP-UP dan KSM, lebih-lebih KSM ekonomi yang macet, perlu diingat semboyan dari PNPM “Bersama Kita Bisa !”

Oleh : Lilis Suryani, A.Md (faskel CD tim 4 Kab.Jepara, Nov 2011)


Rabu, 07 Desember 2011

Ternak Ayam dapat Sejahterakan Masyarakat

Kegiatan sosial yang diselenggaraka Oleh KSM Harko Desa Jambu Timur Kecamatan Mlonggo kabupaten jepara dibawah B K M Jati Mas , itu merupakan contoh keinginan kuat masyarakat desa tersebut untuk berkeinginan maju, demi memperbaiki perekonomian warga setempat.

KSM Harko adalah KSM yang melihat lemahnya ekonomi masyarakat disekitarnya, yang dimungkinkan sulit untuk maju, serta terpuruk dengan kemiskinan, sulitnya mata pencaharian, yang berimbas pada taraf hidup yang serba kekurangan. Melihat kondisi tersebut, munculah keinginan warga untuk maju dengan adanya ketrampilan yang mereka pelajari. Kegiatan sosial yang diselenggarakan oleh KSM Harko adalah kegiatan Pelatihan Ternak Ayam potong, yang diselenggarakan pada pertengahan bulan maret 2011 ini, diikuti oleh beberapa pemudi desa Jambu Timur dan diikuti juga oleh ibu-ibu rumah tangga.

Praktek langsung kelapangan atau lokasi kerja merupakan salah satu materi yang harus dilaksanakan untuk kegiatan pelatihan peternakan ayam potong oleh KSM Harko desa Jambu Timur.Kegiatan social berupa pelatihan peternakan ayam potong yang dilakukan oleh KSM Harko desa Jambu Timur bekerja sama dengan dinas pertanian peternakan kabupaten jepara .

Berdasarkan pengamatan tenaga penyuluh dari dinas pertanian dan peternakan kabupaten jepara Ir. Arief Efendi desa jambu Timur sangat potensial sekali untuk lahan pengembangan peternakan unggas, kegiatan pelatihan ini diharapkan ditindak lanjuti sehingga dalam jangka panjang bias mengangkat perekonmian warga desa Jambu Timur

Tujuan diadakannya kegiatan tersebut, yang nantinya berguna bagi masyarakat setempat, untuk menaikkan derajat ekonomi masyarakat.Tujuan lain yang palig utama adalah membangun lapangan pekerjaan bagi mereka yang berpendidikan rendah dan tidak bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, juga ekonomi yang minim, Sehingga kegiatan tersebut akan menjadikan mereka sejahtera dan memupuk suatu masyarakat yang maju.

Anna (Team2-2011)

Jumat, 02 Desember 2011

HIKMAH TERSEMBUNYI DI BALIK TINJAUAN PARTISIPATIF

Review/tinjauan partisipatif sebenarnya bukanlah sebuah kegiatan yang luar biasa di PNPM-MP, karena kegiatan seperti ini hampir setiap tahun di lakukan di seluruh desa penerima program PNPM, karena hal ini sudah merupakan siklus yang harus selalu di lakukan.

Namun sesuatu yang biasa akan terlihat luar biasa ketika apa yang dilakukannya ternyata berbeda dengan yang lainnya, apalagi sesuatu itu adalah hal yang baik. Yang coba kita angkat kali ini adalah kegiatan review partisipatif di Desa Kedungsari Mulyo, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara. Lalu apa yang menarik dari review partisipatif sehingga harus menjadi bahan tulisan di best practice kali ini ? Ada bebeapa hal yang menarik dan hampir tidak terjadi di desa lain di Kecamatan Welahan selama kegiatan review partisipatif tahun ini.

Pada akhir Juni 2011 sampai awal Agustus 2011, kami Tim-9 yang mendampingi 9 Desa antara lain Ketilengsingolelo, Gedangan, Kedungsari Mulyo, Bugo, Gidangelo, Kendeng Sidialit, Guwosobokerto, Karanganyar, dan Ujung Pandan, telah melaksanakan kegiatan siklus Tahun V dari program PNPM-MP di Kecamatan Welahan. Dari 9 Desa yang kami damping ada 1 Desa yang paling berkesan dalam melaksanakan kegiatan review partisipatif kali ini, yaitu Desa Kedungsari Mulyo.

Mengapa kegiatan review partisipatif di Desa Kedungsari Mulyo menjadi istimewa ? Karena dari 9 Desa di Kecamatan Welahan, hanya Desa Kedungsari Mulyo saja yang di hadiri oleh Petinggi dan kegiatan review dikuti dari awal sampai akhir, dan juga hanya BKM di Kedungsari Mulyo saja yang seluruh anggotanya baik laki-laki ataupun perempuan berseragam Batik dengan warna dan corak yang sama. Walaupun dari 25 yang hadir, hanya 4 perempuan yang terlibati, namun keterlibatan perempuan di Desa Kedungsar Mulyo ini ternyata paling banyak di banding 8 Desa lainnya.

Sebenarnya tidak ada hal yang luarbiasa dan istimewa dari peristiwa tersebut diatas, tapi kehadiran Petinggi Desa yang mengikuti kegiatan review dari awal hingga usai sungguh merupakan bentuk perhatian yang luar biasa akan keberadaan program PNPM-MP di Desanya, dan juga dengan seragam batik yang warna dan coraknya sama yang di kenakan seluruh anggota BKM adalah bentuk dari kebanggaannya sebagai relawan dan juga bentuk dari cara mereka menghargai diri sendiri sebagai anggota masyarakat yang di percaya melaksanakan program PNPM-MP di Desanya.

Bukan maksud kami untuk membanding-bandingkan dengan Desa yang lainnya, tapi sungguh tidak bijaksana juga apabila kita tidak mengapresiasi Desa dampingan kami yang benar-benar tampil beda dan bisa menunjukkan kebanggaan dan kebersamaanya dalam kegiatan review partisipatif kali ini, karena hal itu juga menjadi cerminan kebersamaan dan kekompakan dalam melaksanaan program PNPM-MP di desanya.

Sekali lagi tulisan ini mencoba mengangkat suatu hal yang sebenarnya biasa tapi tenyata menjadi luar biasa ketika yang lain tidak bisa melakukannya.
( Teguh Supriyanto, SSos- Faskel CD Tim 9 Jepara )

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More